Jagung atau Zea mays merupakan jenis tanaman pangan penghasil karbohidrat, punya banyak manfaat, dan mudah diolah ke beragam jenis bahan pangan. Tanaman jagung memiliki tinggi bervariasi mulai dari 2 meter–2,5 meter – pada salah satu varietas dapat mencapai tinggi 12 meter, tangkai batangnya beruas-ruas dengan ukuran sekitar 20cm/ruas, daun jagung tidak memiliki tangkai tetapi memiliki lebar sekitar 9 cm dengan panjang sekitar 120 cm. jagung mudah ditanam pada lahan yang produktif. Tidak memerlukan perlakuan khusus dan tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas. Bisa ditanam pada sebagian besar musim dengan kondisi iklim tropis seperti di Indonesia.

Jagung hibrida merupakan jenis jagung keturunan langsung (F1) hasil persilangan 2 atau lebih varietas jagung yang memiliki sifat unggul dari masing-masing varietas yang disilangkan. Sifat unggul yang ditawarkan biasanya yaitu mampu bertongkol 2, ukuran biji lebih besar, ukuran tongkol lebih besar, masa panen lebih singkat dan lain sebagainya.

Klasifikasi Jagung
Kerajaan: Plantae
Sub Divisi: Angiospermae
Kelas: Monokotil
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Zea
Spesies: Z. mays

Fakultas pertanian dalam salah satu kegiatannya di bidang inovasi teknologi pangan dan pengolahan bahan pangan secara berkelanjutan, melakukan kegiatan tanam jagung. Jagung yang ditanam merupakan jagung dengan varitas unggul yang bibitnya mudah didapat serta harganya terjangkau. Salah satu pertimbangan menanam jagung karena tanaman ini masih menjadi favorit di kalangan petani karena sifat-sifat dan keunggulannya.

Pemanenan jagung dapat dilakukan sesuai dengan tujuan. Jika ingin dijadikan jagung rebus, maka jagung dapat dipanen setelah berumur 65 hari. Jika ingin dijual kering maka tunggu hingga menua yaitu sekitar 90 hari. Kegiatan panen bulan ini baru saja dilakukan, berikut adalah dokumentasi kegiatan tersebut:

 

Jagung ini akan melalui serangkaian pengolahan diantaranya ada yang dijual langsung tanpa diolah, ada yang diolah menjadi bubur jagung dan lainnya.


Kontributor: AGGN/RCP